Penulis : Matius Didik Suriptiadi

Diskripsi
Peristiwa yang terjadi hampir dua abad lalu di
sebuah pegunungan terpencil Prancis itu mampu berbicara begitu
dalam kepada hati penulis. Ada sesuatu yang sederhana namun kuat
dalam gambaran seorang Ibu yang duduk sambil menangis—
bukan karena marah, tetapi karena cinta yang begitu besar kepada
anak-anak-Nya.
Dunia kita hari ini tidak jauh berbeda dari Prancis tahun 1846—
penuh dengan kegelisahan, perpecahan, dan kerinduan yang dalam
akan sesuatu yang lebih bermakna. Pesan La Salette hadir bukan
untuk menghakimi, melainkan untuk mengundang. Mengundang
kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan, dan mendengarkan
suara lembut seorang Ibu yang tidak pernah berhenti memanggil
nama kita.
Kepada setiap pembaca, penulis mengajak Anda untuk membaca
buku ini bukan sekadar sebagai bacaan rohani biasa, tetapi sebagai
sebuah perjumpaan. Biarkan pesan ini berbicara kepada situasi hidup Anda yang nyata—dalam keluarga, pekerjaan, hubungan, maupun pergumulan batin Anda sehari-hari. Tidak perlu menjadi
sempurna untuk merespons panggilan ini. Cukup datang dengan
hati yang terbuka. Buku ini mengajak Anda untuk mulai
berdevosi kepada Bunda Maria La Salette. Mulailah dengan halhal
kecil yang sederhana—mendoakan doa La Salette setiap hari,
merenungkan pesannya dalam keheningan, atau sekadar duduk
diam di hadapan gambar Bunda yang menangis dan membiarkan
hati kita berbicara kepada-Nya. Devosi bukanlah rutinitas yang
memberatkan, melainkan sebuah persahabatan yang tumbuh
perlahan antara kita dan seorang Ibu yang selalu menanti kita
dengan tangan terbuka. Semoga melalui devosi ini, kita semakin
dimampukan untuk bertobat, berdamai, dan mencintai sesama
dengan lebih tulus.
Halaman : xiv + 50 hlm, 15 x 21 cm
ISBN :
Harga :